Pada 1687 Isaac Newton menerbitkan tiga aturan yang menjelaskan gerak setiap benda yang bisa kamu lihat — dari bola yang menggelinding, apel yang jatuh, sampai pesawat ruang angkasa. Tiga ratus tahun kemudian, ketiganya tetap menjadi dasar fisika sekolah menengah. Inilah isi sebenarnya masing-masing aturan, dan cara memakainya.
Hukum Newton terasa abstrak saat mengerjakan soal?
Lewat satu sesi konsultasi, kami menemukan dengan tepat di mana alur berpikirnya terputus — tanpa paksaan, tanpa kewajiban.
Hukum I Newton — Hukum Kelembaman
Benda yang diam tetap diam. Benda yang bergerak tetap bergerak dengan kelajuan dan arah yang sama — kecuali ada gaya tak seimbang (gaya total) yang bekerja padanya.
Inilah yang disebut hukum kelembaman. Kelembaman adalah kecenderungan benda untuk menolak setiap perubahan keadaan geraknya. Semakin besar massa sebuah benda, semakin besar kelembamannya.
Jika gaya-gaya pada sebuah benda seimbang (gaya total = 0), benda itu tidak mengalami percepatan. Benda itu tetap diam atau terus bergerak dengan kecepatan tetap. Keadaan diam bukanlah keadaan istimewa — kecepatan tetap sama sahnya.
Contoh nyata:
- •Penumpang terdorong ke depan saat mobil mengerem — tubuhnya ingin tetap bergerak; mobil berhenti, tetapi kelembaman membawanya terus ke depan.
- •Cakram hoki meluncur di atas es yang hampir tanpa gesekan — tanpa gesekan yang menghentikannya, cakram itu akan meluncur terus.
- •Bola tergeletak di atas meja — gravitasi menarik ke bawah, gaya normal menekan ke atas. Gaya total = 0. Bola tetap di tempatnya.
Hukum II Newton — F = ma
Gaya total yang bekerja pada sebuah benda sama dengan massanya dikali percepatannya:F = ma
F dalam newton (N), m dalam kilogram (kg), a dalam meter per sekon kuadrat (m/s²).
Hukum ini menghubungkan tiga besaran. Jika kamu tahu dua di antaranya, kamu dapat menemukan yang ketiga. Rumusnya diubah susunannya:
F = ma
Mencari gaya
a = F/m
Mencari percepatan
m = F/a
Mencari massa
m = 5 kg,F = 20 N,a = ?a = F/m
a = 20/5 = 4 m/s²
m = 1200 kg,a = 3 m/s²,F = ?F = 1200 × 3 = 3600 N
Penting: F dalam hukum II Newton adalah gaya total — jumlah seluruh gaya (dengan memperhatikan arahnya). Jika gesekan melawan dorongan, kurangkan lebih dahulu: F_net = F_applied − F_friction.Soal diagram benda bebas — langkah demi langkah
F_net = 50 − 20 = 30 N (right)
30 = 10 × a
a = 3 m/s² (to the right)
Hukum III Newton — Aksi dan Reaksi
Setiap aksi menimbulkan reaksi yang sama besar dan berlawanan arah. Ketika benda A mengerjakan gaya pada benda B, benda B mengerjakan gaya yang sama besar dengan arah berlawanan pada benda A.
Perhatikan: kedua gaya itu bekerja pada benda yang berbeda. Keduanya tidak pernah saling menghapus (karena bekerja pada benda yang berbeda).
Contoh nyata:
- •Berjalan: kakimu menekan tanah ke belakang; tanah menekanmu ke depan — tekanan ke depan itulah yang menggerakkanmu.
- •Dorongan roket: roket menekan gas buang ke bawah; gas menekan roket ke atas.
- •Berenang: kamu menarik air ke belakang; air menekanmu ke depan.
Pasangan gaya pada hukum III selalu berupa gaya dengan jenis yang sama (keduanya gravitasi, atau keduanya gaya sentuh, dan seterusnya) dan bekerja pada benda yang berbeda. Kekeliruan yang sering muncul: gaya reaksi tidak menghapus aksi — keduanya bekerja pada benda yang terpisah.
Berat dan Massa
Banyak siswa tertukar keduanya saat menghitung.
| Besaran | Massa | Berat |
|---|---|---|
| Apa itu | Banyaknya materi | Gaya gravitasi pada sebuah benda |
| Satuan | kg | Newton (N) |
| Berubah di ruang angkasa? | Tidak — tetap di mana pun | Ya — bergantung pada gravitasi |
| Rumus | — | W = mg (g = 9,8 m/s² di Bumi) |
W = 60 × 9.8 = 588 N
- Hukum I: tanpa gaya total, tidak ada perubahan gerak (diam atau kecepatan tetap).
- Hukum II: F = ma. Gaya total, bukan sekadar gaya yang bekerja.
- Hukum III: gaya sama besar dan berlawanan arah — tetapi pada benda yang berbeda.
- Berat (N) = massa (kg) × g (9,8 m/s²).
- Gambarlah diagram benda bebas sebelum setiap soal gaya — itu mencegah kesalahan tanda.
Sebuah buku 3 kg tergeletak di atas meja. Berapa gaya normal dari meja? (g = 9,8 m/s²)
Petunjuk: buku itu tidak dipercepat — gunakan hukum I: N = W = mg.
Gaya total 15 N bekerja pada benda bermassa 3 kg. Berapa percepatannya?
Petunjuk: gunakan a = F/m.
Seseorang bermassa 70 kg berdiri di atas timbangan dalam lift yang dipercepat ke atas sebesar 2 m/s². Berapa angka yang terbaca?
Petunjuk: F_total = ma; timbangan menunjukkan N = m(g + a).
Sebutkan pasangan gaya hukum III ketika sebuah bola membentur dinding.
Petunjuk: bola menekan dinding; dinding menekan bola — sama besar, berlawanan arah.
Dua gaya bekerja pada kotak 4 kg: 30 N ke kanan dan 10 N ke kiri. Carilah percepatannya.
Petunjuk: hitung gaya totalnya lebih dahulu.
Melanjutkan dari Hukum Newton
Ketiga hukum ini langsung menuntun ke persamaan kinematika, soal gesekan, bidang miring, dan akhirnya energi serta momentum. Kalau fisika terasa seperti kumpulan rumus yang terpisah-pisah, bukan satu cerita yang tersambung, mulailah dengan satu sesi konsultasi dan kami akan menyusun rantai logikanya dari dasar.
