Dalam reaksi kimia, atom tidak pernah tercipta maupun musnah — atom hanya tersusun ulang. Satu kenyataan itulah sebabnya persamaan kimia harus setara: atom yang masuk harus keluar juga. Menyetarakan tampak menakutkan pada mulanya, tetapi ada cara yang jelas dan bisa diulang. Inilah cara melakukannya.


Menyetarakan persamaan selalu keliru, bagaimanapun kamu mencoba?

Lewat satu sesi konsultasi, kami menemukan dengan tepat di mana alur berpikirnya terputus — tanpa paksaan, tanpa kewajiban.

Lihat biaya

Mengapa Persamaan Harus Disetarakan

Dalam setiap reaksi kimia, materi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Jadi jumlah seluruh atom setiap unsur harus sama di kedua sisi persamaan. Menyetarakan hanyalah membuat pembukuannya sesuai dengan hukum itu.
pereaksihasil reaksi
Persamaan yang setara seperti neraca yang seimbang: jumlah atom setiap jenis harus sama di kedua sisi.
Persamaan yang belum setara memberi tahu apa yang bereaksi dan apa yang terbentuk, tetapi bukan jumlah yang benar. Persamaan yang setara memberi tahu perbandingan yang tepat — misalnya bahwa 2 molekul hidrogen bereaksi dengan 1 molekul oksigen. Kimia penuh dengan perbandingan semacam itu, dan menyetarakan adalah cara menemukannya.

Koefisien dan Indeks — Aturan Utama

Kamu menyetarakan persamaan dengan mengubah angka besar di depan rumus (koefisien). Kamu tidak boleh mengubah angka kecil di dalam rumus (indeks), karena itu mengubah zatnya sendiri.

  • • 2 H₂O berarti 2 molekul air → 4 atom H dan 2 atom O.
  • • Angka 2 di depan adalah koefisien — boleh kamu ubah.
  • • Angka 2 kecil pada H₂ adalah indeks — tidak boleh kamu ubah.
  • • Koefisien mengalikan setiap atom pada rumus yang mengikutinya.
Mengubah H₂O menjadi H₂O₂ untuk menyetarakan oksigen itu salah — itu mengubah air menjadi hidrogen peroksida, zat yang sama sekali lain. Letakkan angka hanya di depan rumus.

Caranya, Langkah demi Langkah

  • 1. Tuliskan persamaan yang belum setara dan hitung atom setiap unsur di kedua sisi.
  • 2. Setarakan satu unsur demi satu unsur dengan mengatur koefisien (sisakan H dan O untuk yang terakhir).
  • 3. Hitung ulang setelah setiap perubahan — membetulkan satu unsur sering membuat unsur lain tidak setara.
  • 4. Periksa semua unsur sudah sama, lalu pastikan koefisiennya bilangan bulat terkecil.
  1. Kiri: 2 H, 2 O. Kanan: 2 H, 1 O. Hidrogennya sudah pas; oksigennya belum (2 lawan 1).
  2. Letakkan 2 di depan H₂O: H₂ + O₂ → 2 H₂O. Sekarang oksigen 2 = 2.
  3. Sisi kanan sekarang punya 2 × 2 = 4 H, sedangkan sisi kiri hanya 2 H.
  4. Letakkan 2 di depan H₂: 2 H₂ + O₂ → 2 H₂O. Sekarang H 4 = 4 dan O 2 = 2.
  5. Kedua sisi: 4 H, 2 O. Setara!

    2 H₂ + O₂ → 2 H₂O

  1. Kiri: 1 C, 4 H, 2 O. Kanan: 1 C, 2 H, 3 O. Karbonnya pas; H dan O belum.
  2. Kiri punya 4 H, kanan 2 H. Letakkan 2 di depan H₂O: CH₄ + O₂ → CO₂ + 2 H₂O. Sekarang H 4 = 4.
  3. Kanan sekarang punya 2 (from CO₂) + 2 (from 2 H₂O) = 4 O. Kiri hanya 2 O.
  4. Letakkan 2 di depan O₂: CH₄ + 2 O₂ → CO₂ + 2 H₂O. Sekarang O 4 = 4.
  5. Kedua sisi: 1 C, 4 H, 4 O. Setara!

    CH₄ + 2 O₂ → CO₂ + 2 H₂O

Sisakan hidrogen dan oksigen untuk yang terakhir. Keduanya muncul di banyak senyawa sekaligus, jadi biasanya beres sendiri setelah unsur-unsur lain setara. Menyetarakan unsur yang “jarang” lebih dahulu menghemat banyak bolak-balik.

Petunjuk Praktis untuk Persamaan yang Lebih Rumit

  • • Perlakukan ion poliatomik sebagai satu kesatuan. Kalau gugus seperti SO₄ muncul tak berubah di kedua sisi, setarakan sebagai satu blok, bukan unsur demi unsur.
  • • Kalau muncul pecahan, kalikan semuanya dua. Koefisien 1½ menjadi bilangan bulat kalau setiap koefisien dikalikan 2.
  • • Setarakan unsur tunggal paling akhir. Unsur murni seperti O₂ atau Na mudah diatur di akhir tanpa mengganggu yang lain.
  1. Kiri: 1 Na, 2 Cl. Kanan: 1 Na, 1 Cl. Klorinnya tidak pas (2 lawan 1).
  2. Letakkan 2 di depan NaCl: Na + Cl₂ → 2 NaCl. Sekarang Cl 2 = 2.
  3. Kanan sekarang punya 2 Na, kiri 1. Letakkan 2 di depan Na: 2 Na + Cl₂ → 2 NaCl.
  4. Kedua sisi: 2 Na, 2 Cl. Setara!

    2 Na + Cl₂ → 2 NaCl


Rujukan Singkat

LakukanJangan
Mengubah koefisien (angka di depan)Mengubah indeks (angka di dalam rumus)
Menyetarakan satu unsur demi satu unsurMencoba menyetarakan semuanya sekaligus
Menghitung ulang setelah setiap perubahanMengira unsur yang sudah dikerjakan tetap setara
Menyederhanakan ke bilangan bulat terkecilMeninggalkan pecahan pada jawaban akhir
  • Atom kekal — atom yang masuk harus keluar juga (hukum kekekalan massa).
  • Setarakan dengan mengubah koefisien, jangan sekali-kali indeks.
  • Koefisien mengalikan setiap atom pada rumus yang mengikutinya.
  • Setarakan satu unsur demi satu unsur, sisakan H dan O untuk yang terakhir.
  • Hitung ulang setelah setiap perubahan.
  • Sederhanakan koefisien akhir ke bilangan bulat terkecil.

  1. Setarakan: N₂ + H₂ → NH₃

    Petunjuk: setarakan nitrogen lebih dahulu, lalu hidrogen — mungkin kamu perlu angka 2 dan 3.

  2. Setarakan: Mg + O₂ → MgO

    Petunjuk: oksigennya yang jadi masalah. Angka 2 di depan MgO dan 2 di depan Mg membereskannya.

  3. Setarakan: C₃H₈ + O₂ → CO₂ + H₂O (pembakaran propana)

    Petunjuk: setarakan C, lalu H, dan O paling akhir.

  4. Setarakan: Fe + O₂ → Fe₂O₃

    Petunjuk: coba kalikan semuanya dua kalau oksigennya keluar sebagai pecahan.

  5. Mengapa mengubah H₂O menjadi H₂O₂ tidak pernah boleh saat menyetarakan?

    Petunjuk: pikirkan zat itu berubah menjadi apa.

Berikutnya: Jenis Reaksi dan Perbandingan Mol

Begitu kamu bisa menyetarakan persamaan, koefisiennya membuka gagasan besar berikutnya: perbandingan mol, yang memungkinkan kamu menghitung dengan tepat berapa banyak hasil yang dibuat sebuah reaksi. Kalau menyetarakan masih terasa seperti menebak, mulailah dengan satu sesi konsultasi dan kami akan mengubahnya menjadi cara yang bisa kamu percayai.